Jaafar Jackson, Benarkah Pewaris Bakat Michael Jackson?

REVIEWDRAMAINDO.COM – Sejak awal, film Michael memang sudah memikat perhatian. Namun yang mengejutkan, film ini ternyata jauh dari predikat buruk seperti yang ramai diperbincangkan banyak pihak maupun sejumlah kritikus asing. Justru sebaliknya, Michael tampil lebih kuat dan berani dalam mengungkap sisi-sisi yang selama ini mungkin belum banyak diketahui publik. Inilah ulasan Michael.

Keberanian keluarga Jackson untuk menggarap kisah Michael sendiri adalah sebuah langkah yang berani sekaligus brutal. Di satu sisi, film ini memperlihatkan sudut pandang lain dari perjalanan The Jackson 5 hingga langkah Michael menuju karier solonya. Di sisi lain, film ini juga seolah mengukuhkan bahwa Michael memang sosok yang istimewa sejak awal.

Narasi yang Kurang Rapi, tetapi Jaafar Tampil Mengesankan

Pertanyaannya, mengapa Michael terasa kurang menggigit dibandingkan film biografi musik lainnya? Jawabannya terletak pada penulisan naskah yang kurang terstruktur. Meski demikian, Jaafar Jackson sebagai Michael justru menjadi daya tarik utama yang membuat film ini tetap layak disaksikan.

Baca juga: Menjelajahi Pesona Budaya Kesurupan: Tinjauan Para Perasuk

Beberapa segmen di babak kedua pun terasa terlalu bertele-tele. Kehadiran tokoh seperti Don King terasa terlalu jauh dari inti cerita, sehingga film ini memberikan kesan terlalu banyak informasi yang tidak semuanya relevan. Akibatnya, alih-alih mengalir lancar, film ini kadang terasa padat dan sesak oleh detail yang tidak perlu.

Jaafar Jackson Menjadi Tumpuan Utama

Di tengah berbagai kekurangan tersebut, Jaafar Jackson justru tampil sebagai tumpuan utama film ini. Penampilannya terasa sangat meyakinkan, dan ia berhasil menghidupkan sosok Michael Jackson dengan nuansa yang tepat. Ada sesuatu yang terasa “ajaib” dari penampilannya, sesuatu yang membuat penonton terpaku pada REVIEWDRAMAINDO.COM.

Colman Domingo sebagai Joseph Jackson juga tampil kuat, meskipun karakternya lebih terkesan menyebalkan dan menakutkan daripada kompleks. Sosoknya digambarkan sebagai ayah yang ambisius, namun arah karakternya terasa tidak sepenuhnya jelas. Sementara itu, Nia Long sebagai Katherine Jackson justru memberikan sentuhan yang lebih hangat dan stabil.

Para aktor yang memerankan kakak-kakak Michael juga turut membantu menciptakan suasana The Jackson 5 dengan cukup baik. Sayangnya, porsi untuk Tito, Jermaine, hingga LaToya terasa sangat terbatas. Ketidakhadiran Janet Jackson dengan alasan pribadi juga membuat dinamika keluarga Jackson terasa belum sepenuhnya utuh.

Visual yang Sesuai dengan Karakter Era

Dari sisi visual, film ini cukup berhasil menangkap karakteristik masanya. Nuansa era 60-an dan 70-an saat The Jackson 5, lalu bergerak ke awal 80-an saat Michael mulai menapaki karier solonya, terasa cukup hidup. Ada kesan nostalgia yang kuat, terutama bagi penonton yang akrab dengan gaya panggung, video musik, dan persona Michael Jackson pada masa kejayaannya.

Kesimpulan

Michael bukanlah film yang sempurna. Narasi memang terasa terlalu padat, beberapa bagian kurang terjalin, dan tempo penceritaannya belum stabil. Namun, kekuatan Jaafar Jackson membuat film ini tetap memiliki daya tarik yang besar. Pada akhirnya, Michael adalah film biografi yang lebih berani daripada yang diperkirakan banyak orang.

SkorUlasan Michael 9/10

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *