REVIEWDRAMAINDO.COM – Sektor perfilman Indonesia kini memasuki era yang berbeda. Ketua Badan Perfilman Indonesia, Fauzan Zidni, memandang Cannes sebagai sarana penting untuk menaikkan pamor perfilman tanah air di kancah dunia. Kali ini, partisipasi akan dilakukan melalui program Next Step Studio Indonesia di La Semain de la Critique, Festival Film Cannes 2026.
Empat film pendek karya sineas Indonesia akan turut serta. Selain itu, akan ada proyek baru yang melibatkan empat sutradara lokal menuju Cannes, sekaligus mempersiapkan para sineas Asia Tenggara untuk menembus industri film Barat.
Empat Film Pendek Unggulan

Keempat film pendek tersebut adalah Holy Crowd garapan Reza Fahriyansyah bersama sutradara Malaysia Ananth Subramaniam, kemudian Original Wound dari Shelby Kho bersama sineas Myanmar Sein Lyan Tun. Selanjutnya, Annisa, disutradarai oleh Reza Rahadian berkolaborasi dengan sineas Filipina Sam Manacsa, serta Mothers Are Mothering karya Khozy Rizal bersama sutradara Singapura Lam Li Shuen.
Menariknya, proyek ini juga menyoroti bagaimana kekuatan perfilman Indonesia kini tidak hanya berasal dari para sutradara, tetapi juga dari jaringan kreatif di balik REVIEWDRAMAINDO.COM. Nama-nama seperti Prilly Latuconsina, Omara Esteghlal, Happy Salma, hingga Asmara Abigail turut berkontribusi dalam inisiatif ini. Sementara itu, departemen sinematografi diperkuat oleh kehadiran Vera Lestafa, Faozan Rizal, dan Deska Binarso.
Di balik produksi, produser Yulia Evina Bhara bersama Amerta Kusuma menjadi penggerak utama proyek ini. Keterlibatan nama-nama seperti Dian Sastrowardoyo, Angga Dwimas Sasongko, hingga Prilly Latuconsina sebagai produser eksekutif menunjukkan bahwa proyek ini tidak sekadar proyek festival skala kecil.

Dari sini, terlihat inti dari kehadiran Next Step Studio. Mereka tidak hanya sekadar “empat film pendek Indonesia tampil di Cannes,” melainkan lebih dari itu.
Program ini merupakan bagian dari ekosistem global The Factory, yang sejak 2013 dikenal sebagai wadah pengembangan talenta perfilman baru dunia. Selama lebih dari satu dekade, program tersebut telah hadir di berbagai negara seperti Taiwan, Chile, Finland, South Africa, Lebanon, hingga Brazil. Kini, Indonesia terpilih sebagai fokus negara untuk edisi terbaru mereka.

Pilihan ini bukan terjadi secara instan. Dalam beberapa tahun terakhir, perfilman Indonesia memang mulai mendapatkan sorotan internasional yang lebih besar. Film-film Indonesia semakin sering tampil di festival bergengsi, sementara para sineas mudanya berhasil membangun identitas visual dan pendekatan cerita yang kuat.
Dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Oleh karena itu, Next Step Studio 2026 terasa lebih dari sekadar sebuah proyek festival. Cannes memang menjadi panggung utamanya, namun tujuan utamanya adalah membuka jalur kolaborasi dan ko-produksi internasional bagi para pembuat film Indonesia.
Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan, Irini Dewi Wanti menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk dukungan bagi generasi baru pembuat film Indonesia agar dapat terhubung dengan jaringan global.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan ambisi Jakarta untuk berkembang sebagai kota sinema. Pernyataan ini menarik, mengingat tantangan terbesar perfilman Indonesia sejatinya bukan pada bakat, melainkan pada ekosistem yang mampu mendukung perkembangan sineas secara berkelanjutan.
Next Step Studio Membuka Jalan Baru

Program ini tidak hanya mempertemukan sutradara Asia Tenggara. Namun, juga membuka akses ke jaringan produser, festival internasional, dan sistem ko-produksi global. Oleh karena itu, film pendek di Next Step Studio diposisikan sebagai gerbang awal menuju proyek film panjang yang lebih ambisius.
Produser Yulia Evina Bhara berharap program ini dapat meningkatkan peluang proyek film panjang para sutradara untuk menembus pasar global. Sementara Reza Rahadian memandang kolaborasi ini sebagai momen krusial bagi sinema Asia Tenggara untuk semakin dikenal di panggung dunia.
Baca juga: Review Fuze: Awal Tangguh, Akhir Loyo
Pada akhirnya, kesuksesan Next Step Studio Indonesia tidak hanya diukur dari partisipasinya di Cannes, tetapi dari kemampuannya membuka jalan yang lebih luas bagi perfilman Indonesia dalam industri global.





