REVIEWDRAMAINDO.COM – Dunia perfilman Indonesia akan kembali dimeriahkan oleh sebuah suguhan yang menyentuh hati sekaligus membawa nostalgia mendalam bagi lintas generasi. Film berjudul Iyus Jenius hadir sebagai persembahan istimewa yang mengusung genre musikal, sebuah medium yang tepat untuk mengemas kisah emosional anak-anak dengan iringan melodi yang sudah melegenda di telinga masyarakat Indonesia.
Karya yang disutradarai oleh Achmad Romie ini tidak sekadar menjadi tontonan hiburan semata. Di balik alunan musik yang ceria, film ini membawa pesan moral tentang bagaimana seorang anak kecil berjuang memulihkan diri dari duka yang mendalam. Bagi para penggemar film keluarga, Iyus Jenius telah dijadwalkan untuk menyapa penonton setia di seluruh jaringan bioskop tanah air mulai 10 September 2026.
Menemukan Kembali Cahaya di Balik Duka
Narasi film ini berfokus pada sosok Iyus, seorang anak berusia 10 tahun yang dunianya mendadak runtuh saat sang ayah harus pergi untuk selamanya akibat sebuah kecelakaan tragis. Kehilangan figur pelindung di usia yang sangat belia membuat Iyus terpuruk; ia kehilangan gairah untuk belajar dan kepercayaan dirinya memudar seiring dengan rasa sedih yang menyelimuti hari-harinya.
Keadaan mulai berubah ketika Iyus bertemu dengan sosok inspiratif bernama Babah T-Bob. Karakter ini digambarkan sebagai pribadi yang penuh energi positif dan keceriaan. Melalui pendekatan yang unik—yakni lewat perpaduan permainan, pelajaran hidup yang bijak, dan tentu saja lagu-lagu—Babah T-Bob menuntun Iyus untuk perlahan keluar dari cangkang ketakutannya.
Dalam perjalanan emosional tersebut, Iyus juga harus menghadapi realitas kehidupan anak-anak lainnya, seperti rasa kesepian hingga tekanan perundungan. Beruntung, ia memiliki sahabat setia bernama Gadis yang selalu mendampinginya. Bersama-sama, mereka belajar bahwa keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut, melainkan kemampuan untuk terus melangkah maju meski dalam keterbatasan.
Nostalgia Musik Papa T-Bob
Daya tarik utama dari Iyus Jenius terletak pada fondasi musiknya yang diadaptasi langsung dari karya-karya abadi maestro lagu anak, Papa T-Bob. Film ini seolah menjadi surat cinta bagi warisan musik anak Indonesia yang sempat merajai industri hiburan pada masanya. Lagu-lagu tersebut kini hadir dengan aransemen baru yang lebih segar, sehingga tetap relevan dengan selera pendengar anak-anak masa kini tanpa kehilangan ruh aslinya.
Berikut adalah deretan lagu legendaris yang akan menghiasi setiap adegan dalam film Iyus Jenius:
- Diobok-obok
- Jangan Marah
- Aku Takut Mamaku Marah
- Du di dam
- Katanya
- Bolo Bolo
Lagu-lagu ini bukan sekadar tempelan, melainkan elemen kunci yang membantu Iyus dalam mengekspresikan perasaannya serta menjadi jembatan komunikasi antara dunia orang dewasa dan anak-anak.
Deretan Pemeran yang Menghidupkan Karakter
Kekuatan akting para pemeran menjadi aspek krusial dalam menyampaikan emosi dalam film ini. Kevin Abadio dipercaya memerankan karakter utama Iyus, didukung oleh penampilan apik dari deretan aktor lainnya yang menciptakan dinamika persahabatan dan lingkungan sekolah yang nyata.
Berikut adalah daftar lengkap pemain yang terlibat dalam film Iyus Jenius:
- Kevin Abadio sebagai Iyus
- Babah T Bob sebagai Babah
- Mireille Grimonia sebagai Gadis
- Jonathan Alvaro sebagai Ade
- Fernando Hany sebagai Ucok
- Rasendrya Adwa sebagai Koko
- Wichita Satari sebagai Bubuh
- Brian Mahesa sebagai Babah
- Adnan Djani sebagai Kepala Sekolah
Film ini mengambil latar waktu tahun 2013, sebuah periode yang dipilih untuk memberikan nuansa nostalgia yang kental bagi penonton yang tumbuh besar dengan lagu-lagu karya Papa T-Bob. Melalui durasi yang padat, penonton diajak untuk merenungkan kembali pentingnya dukungan keluarga dan sahabat dalam membentuk ketangguhan mental seorang anak.
Dengan perpaduan cerita yang menyentuh, musik yang ikonik, dan pesan moral yang kuat, Iyus Jenius diprediksi akan menjadi salah satu film keluarga yang paling dinantikan di tahun 2026. Ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa meski kehilangan adalah bagian dari hidup, selalu ada harapan dan keceriaan yang bisa dirajut kembali jika kita berani untuk terus melangkah.





