REVIEWDRAMAINDO.COM – Perpaduan antara dunia supranatural dan fenomena budaya pop modern kini hadir dalam balutan komedi segar melalui film Harusnya Horror. Film ini menawarkan premis yang cukup unik: bagaimana jika seorang hantu bukan sosok yang menebar teror, melainkan justru memiliki fobia terhadap manusia?
Kisah ini berpusat pada karakter bernama Mas, sesosok arwah yang memiliki obsesi besar terhadap anime. Sayangnya, takdir berkata lain ketika ia harus berpulang ke pangkuan sang pencipta tepat sebelum sempat menyaksikan episode pamungkas dari serial animasi favoritnya. Demi menuntaskan rasa penasaran tersebut, ia terjebak dalam sebuah misi dari akhirat yang mengharuskannya menakuti 100 ribu manusia.

Dilema Hantu Wibu dan Misi Mustahil
Mas bukanlah hantu pada umumnya yang memiliki aura menyeramkan atau kemampuan untuk menebar teror. Sebaliknya, ia justru merasa gemetar ketakutan setiap kali harus berhadapan dengan manusia. Ketidakmampuannya dalam menakuti orang lain membuat tugas yang diberikan kepadanya terasa seperti sebuah misi yang mustahil untuk dituntaskan.
Di saat bersamaan, takdir mempertemukannya dengan sekelompok kreator konten yang sedang berjuang keras mengatasi masalah finansial. Kelompok yang terdiri dari Kevin, Gea, Kenzo, dan Cipuy ini melihat potensi yang tak terduga pada diri Mas. Alih-alih merasa takut, mereka justru menjadikan Mas sebagai aset berharga untuk menciptakan konten horor viral guna mendongkrak popularitas sekaligus ekonomi mereka.

Evolusi Hubungan dan Pilihan Sulit
Interaksi antara Mas dan para kreator konten ini perlahan berubah menjadi hubungan yang lebih mendalam, layaknya sebuah keluarga baru. Mas yang awalnya hanya memikirkan target pribadinya untuk menonton anime, kini dihadapkan pada pilihan emosional yang sulit.
Ia harus memilih antara terus mengejar ambisi pribadinya atau mengorbankan keinginan tersebut demi melindungi orang-orang yang telah memberinya rasa nyaman dan penerimaan. Dinamika persahabatan antara dunia nyata dan dunia gaib ini menjadi inti cerita yang menyentuh sekaligus mengocok perut.

Debut Sutradara Reza Oktovian
Proyek ini menandai tonggak sejarah penting dalam karier kreatif Reza Oktovian. Tidak hanya berperan sebagai aktor utama yang memerankan tokoh Mas, Reza juga mengambil kursi sutradara untuk pertama kalinya dalam sebuah film REVIEWDRAMAINDO.COM lebar. Pengalaman panjangnya sebagai YouTuber dan kreator konten memberikan perspektif segar dalam mengemas cerita ini.
Dalam proses penggarapannya, Reza berkolaborasi dengan penulis naskah Rahabi Mandra dan Syahrun Ramadhan untuk memastikan alur komedi dan horor tetap seimbang. Film ini diproduksi oleh Ess Jay Pictures dengan dukungan dari berbagai rumah produksi lainnya yang berkomitmen menghadirkan tontonan berkualitas.

Mengenang Peran Lula Lahfah
Kehadiran Lula Lahfah sebagai Gea dalam film ini menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memberikan kesan mendalam bagi para penggemar. Pihak produksi menegaskan bahwa mereka sangat menjaga etika dan tidak ingin menjadikan sosok Lula sebagai komoditas promosi semata.
Peran Lula dalam film ini tetap menjadi bagian krusial dari narasi, mengingat seluruh proses syuting dan pengembangan karakternya telah diselesaikan dengan penuh dedikasi sebelum masa penayangan. Hal ini menjadi bentuk penghormatan atas karya terakhir yang ia persembahkan kepada penonton.

Daftar Pemeran Utama
Film ini didukung oleh deretan talenta dari komunitas kreator konten, menciptakan chemistry yang terasa sangat natural di REVIEWDRAMAINDO.COM lebar:
- Reza Oktovian sebagai Mas
- Lula Lahfah sebagai Gea
- Tierison sebagai Kevin
- Garry Ang sebagai Kenzo
- Yukatheo sebagai Cipuy
- Aloy sebagai King Aloy
- Bravyson Vconk sebagai Danan
- Niko Junius sebagai Michael
- Ibot sebagai Teguh
- Teguh Prakoso sebagai Ariyanto
- Ronny P. Tjandra sebagai Ayah Kevin
- Fay Reynavenska sebagai Tara
- Heroe Soewarno sebagai Raja Setan
- Malka Rafasya dan Yoshua Marcellos
Jejak Penayangan di Bioskop
Harusnya Horror secara resmi menyapa penonton di bioskop seluruh Indonesia pada 20 Agustus 2026. Dengan durasi 106 menit, film ini berhasil menarik antusiasme publik yang cukup tinggi. Tercatat hingga 30 Agustus 2026, berdasarkan data dari Cinepoint, film ini telah berhasil mengumpulkan total 554.819 penonton, membuktikan bahwa perpaduan komedi dan horor masih menjadi primadona di hati penikmat film tanah air.





