REVIEWDRAMAINDO.COM – Perjalanan panjang Coyote vs. Acme akhirnya menemui titik terang yang membahagiakan bagi para penggemar animasi klasik. Setelah sempat terombang-ambing oleh keputusan pembatalan rilis dari Warner Bros. pada tahun 2023, film komedi arahan sutradara Dave Green ini akhirnya berhasil menyapa penonton di bioskop Amerika Serikat pada 28 Agustus 2026 berkat distribusi dari Ketchup Entertainment.
Kisah di balik REVIEWDRAMAINDO.COM film ini bahkan tak kalah dramatis dari plot ceritanya sendiri. Para pemain dan kru sempat menggelar momen emosional yang mereka sebut sebagai funeral screening, sebuah pemutaran khusus karena mereka meyakini karya tersebut akan terkubur selamanya. Kini, proyek yang sempat dianggap “terbuang” ini justru menjadi simbol kegigihan, baik di dalam maupun di luar REVIEWDRAMAINDO.COM lebar.
Sinopsis: Ketika Wile E. Coyote Menuntut Keadilan
Cerita bermula dari rasa frustrasi mendalam yang dirasakan oleh Wile E. Coyote. Setelah bertahun-tahun gagal menangkap Road Runner akibat produk-produk Acme Corporation yang selalu malfungsi dan justru mencelakainya, ia akhirnya memutuskan untuk menempuh jalur hukum.
Wile E. Coyote menggandeng Kevin Avery, seorang pengacara yang memiliki spesialisasi dalam menangani kasus ganti rugi produk Acme. Kevin, yang sebelumnya selalu memilih jalan damai agar kasus tidak sampai ke pengadilan, akhirnya tersentuh oleh kegigihan Wile E. Coyote dan dukungan dari Paige. Keputusan besar pun diambil: mereka akan menghadapi raksasa Acme di ruang sidang.
Tentu saja, Acme tidak tinggal diam. Perusahaan tersebut menunjuk Buddy Crane, mantan rival Kevin saat di bangku kuliah hukum, untuk membela kepentingan perusahaan. Pertarungan hukum antara dua pengacara ini menjadi inti konflik yang dibalut dengan komedi khas Looney Tunes.
Perpaduan Sempurna Antara Live-Action dan Animasi
Coyote vs. Acme mengusung konsep hibrida yang memadukan aktor nyata dengan karakter animasi, serupa dengan gaya legendaris Who Framed Roger Rabbit atau Space Jam. Tantangan terbesar bagi tim produksi adalah memastikan para aktor dapat berinteraksi dengan karakter yang secara fisik tidak ada di lokasi syuting.
Untuk mengatasi hal tersebut, sutradara Dave Green dan timnya melakukan persiapan yang sangat matang. Sejak tahun 2020, naskah dikembangkan secara mendalam bersama Samy Burch. Pada tahun 2021, mereka bahkan menyusun animatic berdurasi 90 menit sebagai panduan visual setiap adegan.
Salah satu langkah kreatifnya adalah penggunaan boneka Wile E. Coyote yang dibuat oleh puppeteer Dave Barclay. Boneka ini diletakkan di lokasi syuting agar para aktor memiliki acuan visual saat berakting. Hasil akhirnya, tentu saja, adalah integrasi mulus antara Wile E. Coyote versi animasi dengan dunia nyata.
Jajaran Pemeran dan Pengisi Suara
Film ini didukung oleh deretan aktor berbakat yang mampu menghidupkan suasana di tengah dunia animasi. Berikut adalah beberapa nama yang terlibat:
- Will Forte sebagai Kevin Avery
- Lana Condor sebagai Paige Avery
- John Cena sebagai Buddy Crane
- Tone Bell sebagai Sal Maltese
- Martha Kelly sebagai Dottie Jones
- Luis Guzman sebagai Judge Troppogrosso
- P.J. Byrne sebagai Bill Pelicanos
- John Early sebagai Henry Heslop
- Nancy Linehan Charles sebagai Cherry
- Kenneth Choi sebagai Oscar Jeon
- Ernie Vigil sebagai Talon
Tidak ketinggalan, jiwa dari film ini terletak pada pengisi suara karakter Looney Tunes yang ikonik:
- Eric Bauza: Bugs Bunny, Daffy Duck, Foghorn Leghorn, Porky Pig, dan Road Runner.
- Candi Milo: Granny, Witch Hazel, dan Miss Prissy.
- Jim Cummings: Tasmanian Devil.
Filosofi Kegagalan dan Optimisme
Lebih dari sekadar komedi slapstick, Coyote vs. Acme menyuguhkan refleksi mendalam mengenai kegigihan. Dave Green melihat Wile E. Coyote sebagai sosok yang sangat optimistis, seseorang yang tidak pernah menyerah meskipun berkali-kali menemui kegagalan.
Dalam film, perjuangan Wile E. Coyote bahkan disandingkan dengan mitologi Sisyphus, tokoh yang terus-menerus mendorong batu ke puncak bukit. Hal ini memberikan lapisan emosional baru pada karakter kartun klasik tersebut, di mana kegagalan bukan lagi sekadar bahan tertawaan, melainkan sebuah bentuk ketabahan dalam mengejar mimpi.
Momen Emosional di Balik REVIEWDRAMAINDO.COM
Pengalaman mengerjakan film ini diakui sangat berkesan oleh para pemain. Lana Condor, yang berperan sebagai Paige, menyebut bahwa masa-masa ketidakpastian saat film terancam tidak dirilis merupakan momen yang sangat menguras emosi. Ia merasa sedih membayangkan kerja keras ratusan kru yang mungkin tidak akan pernah dilihat oleh publik.
Dave Green sendiri sempat berada di titik putus asa, namun dukungan kolektif dari tim membuat mereka tetap bertahan. Kini, setelah film tersebut akhirnya tayang perdana di San Diego Comic-Con pada 25 Juli 2026, semua lelah tersebut terbayar lunas dengan apresiasi penonton.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai jadwal penayangan Coyote vs. Acme di bioskop Indonesia. Namun, bagi para penggemar Looney Tunes, kisah perjuangan Wile E. Coyote di pengadilan ini tentu menjadi tontonan yang sangat dinantikan.





