REVIEWDRAMAINDO.COM – Nama Bima Azriel mendadak ramai dibicarakan usai perilisan trailer resmi film Nobody Loves Kay. Ia dipercaya memerankan Kay, karakter yang terinspirasi dari perjalanan hidup pro-player legendaris Mobile Legends, Kairi “ONIC Kairi” Rayosdelsol.
Keputusan ini awalnya memicu tanda tanya. Banyak yang meragukan apakah Bima mampu memerankan karakter dengan tekanan emosional tinggi dan ekspektasi tinggi dari para penggemar E-Sport.
Namun, sebelum terburu-buru meragukan, ada baiknya mengetahui fakta bahwa Bima Azriel bukanlah aktor baru yang mendadak muncul hanya untuk mengejar popularitas.
Bukan Aktor Instan, Bima Azriel Sudah Terjun Sejak Kecil

Bima Azriel adalah aktor muda Indonesia kelahiran 28 Oktober 2006 di Malang. Meskipun baru berusia 19 tahun, rekam jejaknya di industri perfilman Indonesia terbilang panjang.
Karier aktingnya dimulai sejak usia anak-anak melalui serial televisi. Ia kemudian tampil dalam sejumlah film REVIEWDRAMAINDO.COM lebar seperti Sepatu Dahlan (2014), Di Balik 98 (2015), 3: Alif Lam Mim (2015), Rudy Habibie (2016), Surat Kecil untuk Tuhan (2017), hingga Petualangan Menangkap Petir (2018).
Bagi penonton yang mengikuti perfilman Indonesia sejak pertengahan dekade 2010-an, wajah Bima Azriel tentu bukan nama asing. Hanya saja, banyak yang mungkin baru menyadari bahwa aktor muda ini telah secara diam-diam membangun fondasi karier yang kuat sejak kecil.
Baca juga: Sinopsis The Sheep Detectives, Detektif Berbulu Domba
Rekam Jejak Penghargaan yang Tidak Main-Main

Salah satu hal yang membuat publik mulai memperhatikan kemampuan Bima adalah pencapaiannya di ajang penghargaan perfilman.
Bima tercatat beberapa kali masuk nominasi Festival Film Indonesia (FFI) kategori Pemeran Anak Terbaik. Ia meraih nominasi tersebut berkat peran-perannya dalam berbagai proyek film.
Di usianya yang masih sangat muda, pencapaian semacam ini jelas bukan hal yang bisa dianggap remeh. Ini menunjukkan bahwa kemampuan akting Bima telah mendapatkan pengakuan industri jauh sebelum namanya viral berkat Nobody Loves Kay.
Di tengah tren casting aktor muda yang seringkali hanya mengandalkan popularitas, Bima justru hadir dengan bekal yang lebih berharga: pengalaman dan kredibilitas.
Ternyata Sudah Pernah “Jadi Kairi” Sebelumnya
Yang tak kalah menarik, Nobody Loves Kay ternyata bukan kali pertama Bima memerankan sosok yang terinspirasi dari Kairi.
Sebelumnya, ia pernah tampil dalam film pendek berjudul The Dream Chaser: Kairi’s Untold Story. Proyek ini juga banyak dikerjakan oleh sutradara Bernardus Raka.
Hal ini menunjukkan bahwa chemistry antara Bima dan karakter Kay, serta visi sang sutradara, sebenarnya sudah terbangun sejak lama. Ini membuat pemilihan Bima terasa lebih seperti keputusan yang matang dibandingkan dengan casting mendadak hanya untuk mengejar nama besar dari dunia e-sport.
Jadi Ujian Terbesar Kariernya?

Meskipun memiliki modal pengalaman yang panjang, Nobody Loves Kay tetap bisa dianggap sebagai salah satu tantangan terbesar dalam karier Bima Azriel sejauh ini.
Melalui karakter Kay, penonton akan diajak menyaksikan perjalanan emosional seorang remaja dari keluarga sederhana. Ia nekat mengejar mimpinya menjadi pro-player e-sport di tengah cemoohan, keterbatasan ekonomi, hingga tekanan hidup.
Karakter seperti ini menuntut lebih dari sekadar penampilan fisik yang mirip. Dibutuhkan kedalaman emosi agar perjuangan Kay terasa nyata dan dapat diterima oleh khalayak luas, tidak hanya oleh para penggemar Kairi, tetapi juga oleh penonton umum.
Pertanyaannya kini: akankah Bima Azriel berhasil membuktikan bahwa semua keraguan itu salah?
Jawabannya kemungkinan baru akan terungkap sepenuhnya saat Nobody Loves Kay tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026. Namun, satu hal yang pasti, meragukan Bima Azriel tanpa melihat rekam jejaknya mungkin merupakan keputusan yang terlalu dini.





