REVIEWDRAMAINDO.COM – Perjalanan sinema Indonesia menuju panggung dunia kembali mencapai titik krusial. Film terbaru besutan sutradara kenamaan Kamila Andini, Empat Musim Pertiwi, resmi diumumkan sebagai delegasi Indonesia untuk bersaing di ajang bergengsi Academy Awards ke-99 atau Oscars 2027 pada kategori Best International Feature Film.
Keputusan strategis ini diambil setelah Komite Seleksi Oscars Indonesia (IOSC) melakukan serangkaian proses kurasi dan penayangan khusus terhadap deretan film unggulan tanah air. Pengumuman resmi tersebut ditetapkan dalam rapat pleno yang berlangsung pada Senin (14/9), di mana Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) bertindak sebagai pelaksana utama dengan Deddy Mizwar yang memimpin sebagai Ketua Pelaksana.
Empat Musim Pertiwi sendiri merupakan karya produksi dari Forka Films. Film ini tidak hanya menonjolkan kekuatan visual dan narasi, tetapi juga menyentuh sisi emosional penonton melalui eksplorasi mendalam mengenai trauma, ketangguhan mental, serta pencarian jati diri seseorang untuk kembali ke akar kehidupannya.
Menelusuri Jejak Kepulangan yang Emosional
Dalam alurnya, film ini menempatkan Putri Marino sebagai pemeran utama bernama Pertiwi. Ia dikisahkan sebagai sosok perempuan yang memberanikan diri pulang ke kampung halaman setelah mengembara selama dua dekade. Sayangnya, kepulangannya tidak disambut dengan hangat oleh warga setempat, bahkan keluarganya sendiri tampak menutup rapat pintu bagi kehadirannya.
Di tengah penolakan yang begitu tajam, hanya dua sosok yang tetap setia memberikan dukungan, yakni Mak Ira yang diperankan oleh aktris legendaris Christine Hakim, serta Bisma yang dibawakan oleh Arya Saloka. Kehadiran mereka menjadi jangkar emosional bagi Pertiwi saat ia harus berhadapan dengan trauma masa lalu yang pernah menyeretnya ke balik jeruji besi.
Kamila Andini menjelaskan bahwa film ini adalah sebuah metafora tentang kepulangan. Bukan sekadar kembali ke sebuah lokasi geografis, melainkan tentang upaya seseorang untuk berdamai dengan bagian-bagian diri yang sempat terpaksa ditinggalkan. Meskipun berakar kuat pada nilai-nilai lokal Indonesia, tema besar yang diangkat seperti penyembuhan dan ingatan bersifat sangat universal.
Jejak Internasional yang Membanggakan
Sebelum melenggang ke Oscars 2027, Empat Musim Pertiwi telah lebih dulu mencuri perhatian di berbagai festival film internasional. Film ini memulai debut dunianya di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026 melalui program bergengsi Centerpiece. Kehadirannya di kancah global terus berlanjut dengan jadwal pemutaran di Busan International Film Festival (BIFF) 2026 dan Tokyo International Film Festival di penghujung tahun yang sama.
Bagi para penggemar film di tanah air, ada kabar gembira terkait akses penayangan. Film ini dijadwalkan hadir di bioskop Indonesia secara reguler mulai 8 Oktober 2026. Namun, bagi yang tidak sabar, pihak produksi juga memberikan kesempatan pemutaran terbatas selama tujuh hari, yakni mulai 22 hingga 28 September 2026.
Meneruskan Warisan Prestasi
Terpilihnya film ini menjadi bukti konsistensi Kamila Andini dalam menghasilkan karya berkualitas. Sebelumnya, ia telah mencetak sejarah melalui film Yuni (2021) yang memenangkan Platform Prize di TIFF, serta film Before, Now & Then (Nana) yang sukses mengantarkan Laura Basuki meraih penghargaan Silver Bear di Berlinale.
Keunikan Empat Musim Pertiwi juga terletak pada skala produksinya yang melibatkan kolaborasi lintas negara. Film ini menggandeng mitra dari Prancis, Belanda, Norwegia, Polandia, Arab Saudi, dan Singapura. Bahkan, untuk distribusi internasional, mereka bekerja sama dengan Goodfellas, rumah produksi asal Paris yang dikenal piawai menangani film-film berkelas dunia.
Dukungan penuh dari berbagai pihak tersebut memperkuat posisi Empat Musim Pertiwi untuk bersaing di panggung Oscars mendatang. Film ini bukan hanya sekadar hiburan, melainkan sebuah pernyataan seni yang diharapkan mampu berbicara banyak di hadapan juri Academy Awards. Jangan lewatkan penayangannya di bioskop kesayangan Anda mulai 8 Oktober 2026.





